Stuntman Punya Peran Lebih Penting, Bukan Hanya Pemeran Pengganti

Di dalam industri perfilman, adegan aksi berbahaya atau heroik seperti perkelahian atau melompat dari gedung atau mobil kerap harus dilakukan. Hanya sedikit artis yang bisa melakukannya, dan sementara yang lainnya adalah memilih menggunakan stuntman.

Peran stuntman, tidak bisa dipungkiri, menjadi sangat penting dan krusial dalam proses pengambilan gambar. Mereka bisa menyajikan aksi-aksi yang mendebarkan bagi para penonton yang mengira bahwa aksi itu dilakukan oleh para bintang.

 

Dilansir dari dictionary.cambridge.org, stuntman atau pemeran pengganti adalah seseorang yang pekerjaannya melakukan aksi (tindakan fisik yang sulit ) yang terlalu berbahaya untuk dilakukan oleh aktor dalam film atau acara televisi.Berikut sejumlah fakta tentang stunt man atau pemeran pengganti yang menarik untuk diketahui:

1. Penghargaan untuk Pemeran Pengganti

Para pemeran pengganti memiliki ajang penghargaan yang memang ditujukan untuk para stuntman. Meskipun tidak seramai ajang perfilman lainnya, sejumlah stuntman berhasil menjadi pemenang Taurus World Stunt Awards.

Pada tahun ini, pemenang kategori pertarungan stuntman terbaik diperoleh oleh film The King’s Man. Pertarungan antara Rasputin melawan Oxford dengan gerakan Georgian Dance-nya. Selain kategori pertarungan terbaik, kategori lainnya di penghargaan ini seperti Best High Work, Best Stunt Rigging, Best Work With A Vehicle, Best Speciality Stunt, dan sebagainya.

2. Keahlian & Lisensi

Meskipun membutuhkan keberanian untuk melakukan aksi-aksi berbahaya, menjadi stuntman bukan berarti hanya bermodalkan keberanian. Menjadi pemeran pengganti harus memiliki keahlian dan lisensi. Bukan tanpa sebab, tanpa keahlian, adegan berbahaya dapat berdampak buruk terhadap seorang pemeran pengganti dan juga menghambat produksi film.

Di Inggris terdapat sebuah asosiasi profesional pemeran pengganti yang terkenal dan terbesar di dunia, yakni British Stunt Register. Asosiasi ini mengelola skema penilaian para pemeran pengganti, melakukan verifikasi anggota, dan memberikan pelatihan tentang keselamatan dan kesehatan.

3. Dipilih yang Semirip Mungkin dengan Aktor Aslinya

Tugas stuntman adalah menggantikan aktor atau pemeran utama untuk melakukan sebuah aksi. Jadi, kemiripan adalah syarat utama selain keahlian untuk menjalankan peran yang harus dilakoni saat menggantikan sang bintang.

Kondisi ini membuat tidak jarang para pemeran pengganti memiliki kemiripan dengan sang aktor atau aktris, baik dari sisi wajah, tubuh, maupun cara bergerak.

4. Kesempatan Menjadi Bintang

Menjadi seorang pemeran pengganti untuk aktor dan aktris slot777 harus siap untuk tidak menjadi terkenal meskipun pemeran pengganti adalah orang yang melakukan adegan berbahaya atau heroik. Namun, bukan berarti seorang stuntman tidak bisa terkenal.

Kisan seorang stuntman yang menjadi aktor ternama memang tidak banyak. Namun, bukan berarti itu tidak mungkin. Jackie Chan adalah contoh aktor yang mampu menjadi bintang dengan mengawali karir sebagai pemeran pengganti.

Dia bahkan kerap masih melakukan adegan-adegan berbahaya sendiri, dan tanpa menggunakan pemeran pengganti.

5. Jumlahnya Ribuan dengan Persaingan Ketat

Ada dari 7.700 stunt performer tergabung dalam The Screen Actors Guild – American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) dan 1.000 lainnya di Taurus World Stunt Awards, tidak termasuk ribuan lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Saat ini, jika ada, permintaan untuk pemeran pengganti sangat terbatas sehingga persaingan untuk pekerjaan menjadi sangat ketat. Angka lapangan pekerjaan diperkirakan meningkat ketika produksi film dilanjutkan pasca-pandemi 2021.

Masa depan profesi stuntman mungkin dipengaruhi oleh teknologi komputer. Dalam beberapa kasus, sineas memilih untuk menggunakan efek khusus dan citra yang dihasilkan komputer untuk adegan penuh aksi.

Namun, menggunakan stuntman dapat memberikan adegan yang lebih autentik, sehingga kehadiran mereka akan selalu dibutuhkan.

Baca juga: https://holafoundation.org/sinopsis-review-the-roundup-polisi-sangar-telah-kembali/